Sabtu, 18 September, 2021

Presiden SFC Menunjuk Hendriansyah Menjadi Manager SFC Baru

Sumselmerdeka.com-Palembang, Presiden Sriwijaya FC Hendri Zainudin Menunjuk Hendriansyah menjadi Manager Baru Sriwijaya FC, sebelumnya di isi Muhammad Fadli kemudian mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Penunjukkan Hendriansyah pun tak terlepas restu Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru.

Hendriansyah pun menerima penunjukan HZ tersebut dengan senang hati dan kedepannya dia berharap bisa menjadi manager SFC dengan baik.

“Amanah ini saya terima dengan hati ikhlas, bahwa ke depannya ada tantangan. Takdir ini (menjadi manajer) sudah ketentuan yang harus saya jalani,” ujar Hendriansyah, saat ditemui Awak media, Rabu (15/09/2021).

Dikatakan Hendri, ia pun awalnya kaget bisa menjadi Manager SFC tersebut, di karenakan kemarin hanya sempat di isukan dan ternyata menjadi kebenaran.

Diketahui, Hendri bukan hanya menjadi Manager SFC saja, tapi ia juga di tunjuk menjadi direktur marketing.

“Tidak diduga, walaupun diawal saya sempat diisukan jadi manajer. Kehadiran saya di SFC untuk membereskan masalah di marketing, pada saat awal ditunjuk sebagai direktur marketing. Kemarin, Senin (13/09/2021) saya dikabari, akan ada penunjukkan manajer baru, bahwa yang menjadi manajer adalah saya sekaligus direktur marketing,” jelas dia.

Ia juga berharap setelah ia di tunjuk menjadi manager SFC, semua pihak bisa berkerja sama agar memperkuat Laskar Wong Kito ini bisa kembali ke Liga 1.

“Saya mengajak kepada semua, agar kekuatan SFC kembali, jadi baik pemerintah, suporter, pemain, sponsor dan masyarakat untuk dukungannya agar saya dapat diterima tim,” timpal dia.

Sementara itu, Presiden klub SFC Hendri Zainuddin mengatakan kalau ia memilih Hendriansyah karena Ia Punya pontensi untuk memajukan Sriwijaya FC.

“Pertimbangannya Pak Hendriansyah ini dari dulu pecinta bola. Kelahiran Musirawas Utara. Pemain bola di Unsri dulu. Pak Hendriansyah ikut di kita sebagai Direktur Marketing PT SOM. Setelah kita amati selama di SFC progresnya bagus,” tandas dia.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here