Sabtu, 18 September, 2021

Komplotan Pembuat Surat Antigen Palsu Diringkus Polresta Metro Depok

Sumselmerdeka-Depok, Komplotan pembuat surat antigen palsu dibekuk Polresta metro Depok, Selasa (27/07/2021). Komplotan tersebut terdiri dari dua perempuan dan empat laki-laki yang memanfaatkan kondisi Pandemi Covid-19 ini dengan mencari keuntungan dengan memalsukan surat antigen.

Diketahui surat antigen palsu telah mereka buat sebanyak 80 surat dengan memakai nama salah satu klinik, satu surat antigen palsu mereka patok 180 ribu rupiah.

Keenam pelaku pembuatan surat antigen palsu berinisial AS (31), M (32), R (30), NN (35), AK (27) dan AR (25) sudah diamankan Polres Metro depok untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar menjelaskan kronologis modus yang dilakukan tersangka saat press Release, Selasa (27/07/2021).

Modusnya si pengguna membutuhkan swab antigen tapi harus dinyatakan negatif, untuk perusahaannya namun perusahaan langsung mengonfirmasi hasil swab antigen palsu yang diberikan pegawainya itu kepada klinik sesuai dalam surat. Kemudian didapati fakta bahwa klinik tidak pernah mengeluarkan surat hasil swab antigen atas nama pegawainya.

“Selanjutnya pihak perusahaan mengkonfirmasi kepada klinik ada atau tidak antigen atas nama yang tertera di surat antigen palsu ini, ternyata tidak ada. Pihak klinik menjelaskan jika yang asli pakai barcode. Ini tidak ada barcodenya,” bebernya.

Imran melanjutkan, kejadian tersebut telah berlangsung lebih kurang 1,5 bulan terjadi pada 18 Juli 2021. Dan sampai saat ini, sekitar 80 surat swab antigen palsu yang beredar digunakan untuk berbagai keperluan. Untuk sistem pembuatan surat dijalankan secara berantai.

Imran menegaskan, atas perbuatan para tersangka yang terdiri dari dua perempuan dan empat pria dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, Juncto Pasal 55 KUHP, dan Pasal 56 KUHP. “Ancamannya enam tahun penjara,” tegasnya.

Imran menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuat surat hasil swab antigen. Di kondisi seperti ini, banyak oknum yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan. “Tolong dicek hasil surat keterangan rapid itu harus ada barcode nya. Jadi masyarakat harus hati-hati,” pungkasnya.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here