Kamis, 6 Oktober, 2022

Sumselmerdeka.com, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mencabut kuasa 2 pengacaranya. Mulai tanggal 10 Agustus 2022, Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanudin tak lagi menjadi Kuasa Hukum  Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mencabut kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin dari status pengacara.

“Iya betul,” ujar Andi saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Jumat (12/08/2022).

Pencabutan kuasa itu diketahui berdasarkan surat pencabutan kuasa yang beredar di kalangan awak media. Surat ini sudah dikonfirmasi oleh Andi.

Berdasarkan surat yang diketik komputer tersebut, Bharada E menyatakan mencabut kuasa Deolipa dan Boerhanuddin sebagai kuasa hukum per 10 Agustus 2022.

“Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani,” demikian salah satu pernyataan Bharada E dalam surat tersebut. Masih dalam surat yang sama, Bharada E menyatakan bahwa Deolipa dan Boerhanuddin sudah tidak memiliki hak untuk melakukan tindakan hukum terhadap dirinya.

Dia menyebutkan, surat kuasa kepada Deolipa dan Boerhanuddin per 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku lagi. “Surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” tulis Bharada E. “Demikian surat pencabutan kuasa ini untuk digunakan sebagaimana mestinya,” imbuhnya. Surat itu ditandatangani oleh Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada 10 Agustus 2022. Tampak pula meterai ditempel di surat tersebut.

Saat dimintai konfirmasi, Deolipa dan Boerhanuddin belum membalas pesan Kompas.com. Untuk diketahui, Deolipa dan Boerhanuddin sebelumnya ditunjuk Bareskrim menggantikan Andreas Nahot Silitonga yang mengundurkan diri sebagai pengacara untuk membela Bharada E. Penunjukan ini dilakukan setelah Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Agustus lalu.

Sejak didampingi Deolipa dan Boerhanuddin, Bharada E membuat pengakuan yang berbeda dari keterangannya semula ihwal peristiwa penembakan terhadap Brigadir J. Termasuk dalam hal ini menyampaikan keterangan soal adanya dugaan perintah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo kepada Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Saat menyambangi Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada 8 Agustus 2022, Deolipa mengungkapkan bahwa kliennya sempat merasa tertekan ketika memberikan keterangan awal atas kematian Brigadir J. Ia juga menyebut bahwa Bharada E mulai terbuka setelah kuasa hukum sebelumnya mengundurkan diri.

Deolipa mengeklaim, dia meminta Bharada E untuk bersikap tenang dan berani mengungkapkan secara jujur peristiwa yang membuat rekannya kehilangan nyawa itu. Belakangan, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto membantah pengakuan pengacara Bharada E yang mengaku telah berhasil membuat kliennya itu untuk mengungkap semua kejadian yang sebenarnya terjadi.

“Bukan karena pengacara itu dia (Bharada E) mengaku, karena apa yang dilakukan oleh penyidik, apa yang dilakukan oleh tim khusus,” kata Agus usai konferensi pers pengungkapan kasus penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (09/08/2022) malam, sepertidilansir Kompas TV.

“Kepada penyidik bahwa dia (Bharada E) akhirnya menyampaikan secara detail tentang kejadian itu,” imbuhnya.

Menurut Agus, penyidik melakukan pendekatan dengan mendatangkan orangtua Bharada E agar membujuk anaknya berbicara secara jujur.

“Upaya ini dalam rangka membuat dia tergugah, bahwa ancaman (hukumannya) cukup berat, jadi jangan tanggung sendiri. Sehingga, dia (Bharada E) secara sadar membuat pengakuan. Jadi jangan tiba-tiba orang ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi pemeriksaan terus dia ngoceh di luar seolah-olah pekerjaan dia, itu kan enggak fair,” pungkas Agus.












Terbaru

Gubernur Sumsel Herman Deru Apresiasi Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada TNI 

Sumselmerdeka.com - Palembang, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 TNI, yang dipusatkan di pelataran Benteng Kuto...
- Advertisement -

DPMPTSP Sumsel Membantu Mengawal Investor Yang Akan Direlokasi Di Sumsel

Sumselmerdeka.com - Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel membantu dan mengawal investor yang...

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin : UMKM Sriwijaya Ini Sangat Luar Biasa

Sumselmerdeka.com - Palembang, Khitanan massal gratis bagi anak yatim piatu dan anak yang kurang mampu selain itu juga ada donor darah dan cek...

Walikota Prabumulih, Forkopimda dan Gubernur BI Panen Ikan Lele Perdana

Sumselmerdeka.com - Prabumulih, Dinas Perikanan Kota Prabumulih selaku leading sector bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel mengadakan Panen Perdana Ikan Lele dan Penyerahan...

Related news

Gubernur Sumsel Herman Deru Apresiasi Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada TNI 

Sumselmerdeka.com - Palembang, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 TNI, yang dipusatkan di pelataran Benteng Kuto...

DPMPTSP Sumsel Membantu Mengawal Investor Yang Akan Direlokasi Di Sumsel

Sumselmerdeka.com - Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel membantu dan mengawal investor yang...

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin : UMKM Sriwijaya Ini Sangat Luar Biasa

Sumselmerdeka.com - Palembang, Khitanan massal gratis bagi anak yatim piatu dan anak yang kurang mampu selain itu juga ada donor darah dan cek...

Walikota Prabumulih, Forkopimda dan Gubernur BI Panen Ikan Lele Perdana

Sumselmerdeka.com - Prabumulih, Dinas Perikanan Kota Prabumulih selaku leading sector bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel mengadakan Panen Perdana Ikan Lele dan Penyerahan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here