Sabtu, 18 September, 2021

Penjual HP Yang Dulunya Jualan Didalam IP Kini Berjualan Dipinggir Jalan

Sumselmerdeka.com-Palembang, Dari awal pemberlakuan PPKM di Kota Palembang, Pengusaha Gerai-gerai Handphone yang identiknya berada di mall harus memutar otak agar penjualannya tetap stabil.

Seperti yang terpantau di depan Internal Plaza (IP) selama PPKM sejumlah Penjual Hp Harus berjualan di Pinggir Jalan.

Diketahui sejumlah penjual Hp yang ada di Depan Mall IP, rata rata menggunakan Tenda dan ada juga mengunakan mobil menjadi lapak tempat penjualannya.

“Awal mula jualan dipinggir jalan ini semenjak penerapan PPKM Mikro tanggal 10 Juli lalu,” ungkap Desi salah satu penjual hp saat ditemui di lapak mobilnya, Jum’at (13/08/2021).

Lebih lanjut, awal mula ia berjualan di pinggir jalan tidak memakai mobil. Hanya duduk-duduk saja. Hingga akhirnya tukang parkir menawarkan lapak.

“Yah awal mula jualan hanya duduk-duduk saja, tidak pakai mobil, terus tukang parkir menawarkan kalau mau pakai lapak bisa, bayarnya 30 ribu sehari,” kata Desi.

Desi mengatakan bahwa, ia berjualan di pinggir jalan awalnya hanya coba-coba.

“Jualan di pinggir jalan ini juga awalnya hanya coba-coba, karena kalau tidak jualan kami tidak bisa makan,”ucap Desi.

Menurut Desi, tidak ada kendala selama ia jualan di pinggir jalan. Hanya saja jualan dipinggir jalan cuacanya lebih panas.

“Alhamdulillah ya, selama kita jualan dipinggir jalan tidak ada kendala sama sekali, setiap sore kan Satpol biasanya sering ngontrol, mereka hanya menegur, untuk tetap jalankan prokes, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan selalu, kendalanya hanya itu tadi kalau jualan di pinggir jalan ini kurang nyaman karena panas, kalau di dalam kan enak dingin,” terangnya.

Sementara itu Desi berharap, PPKM Level 4 di Sumsel segera berakhir.

“Semoga ya PPKM segera berakhir, kita bisa berjualan di dalam mall kembali,”pungkasnya.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here