Kamis, 6 Oktober, 2022

Sumselmerdeka.com-Palembang, Memasuki akhir bulan ini, Harga cabai mengalami penurunan membuat para pedagang di sejumlah pasar merengek karena khawatir cabai yang dipasar hanya akan busuk bila tidak cepat habis terjual.

Untuk di ketahui, harga cabai merah pada saat ini mencapai harga Rp 12.000 sampai Rp 14.000 per kilogram, yang dulunya sekitar Rp 40.000 per kilogram.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Sumsel Bambang Pramono mengatakan penurunan harga cabai di karenakan panen serentak di beberapa daerah di Sumsel.

“Menurunnya harga cabe bisa juga disebabkan karena daerah-daerah di luar Sumsel sudah masuk musim panen sehingga pasokan cabe dari luar masuk ke Palembang, akibatnya stok cabe dipasaran melimpah, inilah yg menyebabkan harga cabe dipasaran tradisional mulai menurun dari harga rata-rata,” Kata Bambang Pramono saat di konfirmasi via Whatsap, Kamis (23/09/2021).

Mengingat cabe merupakan salah satu komoditi hortikultura, sambungnya, dengan daya simpan sangat rendah karena mudah busuk, otomatis pedagang pengumpul tidak akan mungkin menyimpan stok cabai mereka dalam waktu lama.

meskipun saat ini terjadi penurunan untuk harga cabai, namun pada tingkat petani sebagian daerah kondisinya masih terbilang baik.

“Informasi petugas lapangan di daerah sentra cabai seperti Pagaralam, Linggau dan Muara Enim saat ini harga cabe ditingkat petani masih cukup baik diatas 10 ribu per kilogram disebabkan sebagian wilayah mereka baru mulai nanam,” jelasnya lagi.

Saat disinggung terkait persentasi keuntungan yang diperoleh petani, Bambang menerangkan apabila harga per kilogram cabai masih diatas Rp 10.000 di kalangan petani, maka mereka masih memperoleh hasil lebih dari panen dalam 30 sampai 40 kali petik.

“untuk saat ini dimana harga ditingkat petani masih diatas 10 ribu per kilogram. Artinya petani masih diuntungkan, apalagi cabe tanaman yang tidak habis sekali panen, karena panenannya bisa sampai 30 bahkan 40 kali petik apabila tanamannya terawat baik,” tambahnya.

Kendati demikian, dia menyebut sejauh ini Dinas Pertanian TPH masih terus melakukan pembinaan kepada petani dengan melakukan pola tanam dan perbaikan pasca panen sampai hilirisasi, mengingat langkah ini cukup tepat dalam membudidayakan komoditi hortikultura.

“Melalui pengaturan pola tanam, maka panen cabe tidak akan serentak sehingga harga cabe bisa terjaga. Melalui perbaikan pascapanen, produksi cabe yang diperoleh semakin tinggi karena semakin berkurang kerusakan hasil. Melalui hilirisasi produk, petani bisa menjual produk olahan cabe di berbagai pasar tidak hanya pasar tradisional, tapi bisa untuk industri mie, restoran dan pasar modern lainnya,”tukasnya.

Terbaru

Gubernur Sumsel Herman Deru Apresiasi Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada TNI 

Sumselmerdeka.com - Palembang, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 TNI, yang dipusatkan di pelataran Benteng Kuto...
- Advertisement -

DPMPTSP Sumsel Membantu Mengawal Investor Yang Akan Direlokasi Di Sumsel

Sumselmerdeka.com - Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel membantu dan mengawal investor yang...

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin : UMKM Sriwijaya Ini Sangat Luar Biasa

Sumselmerdeka.com - Palembang, Khitanan massal gratis bagi anak yatim piatu dan anak yang kurang mampu selain itu juga ada donor darah dan cek...

Walikota Prabumulih, Forkopimda dan Gubernur BI Panen Ikan Lele Perdana

Sumselmerdeka.com - Prabumulih, Dinas Perikanan Kota Prabumulih selaku leading sector bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel mengadakan Panen Perdana Ikan Lele dan Penyerahan...

Related news

Gubernur Sumsel Herman Deru Apresiasi Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada TNI 

Sumselmerdeka.com - Palembang, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 TNI, yang dipusatkan di pelataran Benteng Kuto...

DPMPTSP Sumsel Membantu Mengawal Investor Yang Akan Direlokasi Di Sumsel

Sumselmerdeka.com - Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel membantu dan mengawal investor yang...

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin : UMKM Sriwijaya Ini Sangat Luar Biasa

Sumselmerdeka.com - Palembang, Khitanan massal gratis bagi anak yatim piatu dan anak yang kurang mampu selain itu juga ada donor darah dan cek...

Walikota Prabumulih, Forkopimda dan Gubernur BI Panen Ikan Lele Perdana

Sumselmerdeka.com - Prabumulih, Dinas Perikanan Kota Prabumulih selaku leading sector bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel mengadakan Panen Perdana Ikan Lele dan Penyerahan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here