Sabtu, 18 September, 2021

Sekolah Tatap Muka Digelar Secara Terbatas

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kota Palembang Ahmad Zulinto ditemui pada Rapat Kordinasi YPLP PGRI Provinsi Sumsel di Gedung Aula Asrama Haji Palembang membahas tentang Tahun Ajaran Baru 2021.

Ahmad Zulinto mengatakan jika pada Tahun Ajaran Baru 2021 yang akan dimulai pada Juli mendatang, secara resmi sekolah akan menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas.

“Sesuai dengan arahan Kementerian, pada tahun ajaran baru nanti sekolah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ungkap Zulinto (18/06/2021).

Ia menjelaskan, tidak semua sekolah yang akan di ajukan kepada Walikota terkait pembelajaran secara tatap muka tersebut.

“Pada bulan Juli nanti tidak semua sekolah akan diberlakukan belajar secara tatap muka, kami hanya menunjuk beberapa sekolah saja,” ujarnya.

untuk tingkat SMP ada 24 sekolah dan tingkat SD ada 3 Sekolah .

“Jadi nanti hanya ada 24 perwakilan untuk SMP dan 3 perwakilan untuk SD, untuk sekolah-sekolahnya belum dapat kita pastikan, nanti akan kita umumkan pada saat pembukaan tahun ajaran baru nanti,” terang Zulinto.

Zulinto menambahkan untuk waktu belajar tatap muka akan dibagi menjadi 3 sesi pada setiap tingkatan. Untuk kelas 1 dan kelas 2 hanya dua kali dalam satu minggu, dan kelas 3, tiga kali dalam satu minggu.

“Setiap tingkatan itu juga akan kita bagi menjadi 3 sesi, pada sesi pertama dimulai dari pukul 7.30 WIB hingga pukul 9.30 WIB, pukul 8.30 WIB hingga 10.30 WIB, dan pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan pelajaran yang esensial saja, jadi tidak semua pelajaran yang kita ajarkan, pelajaran-pelajaran esensial itu yang kita berikan, selebihnya tetap PJJ,” jelas Zulinto.

Kendati pembelajaran secara tatap muka akan digelar, pihaknya tetap memberikan kebebasan kepada orang tua jika setuju anaknya belajar secara tatap muka atau secara PJJ.

“Kita tetap berikan pilihan pada orang tua, kalau belum bersedia anaknya belajar tatap muka, boleh membuat surat pernyataan untuk tidak bersedia, pilihan masih kita serahkan kepada orang tua itu sendiri,” tutupnya.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here