Minggu, 23 Januari, 2022

PUBM-TR Klaim Kemantapan Jalan Provinsi Sudah membaik

Sumselmerdeka.com-Palembang, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel klaim kemantapan jalan milik Provinsi Sumsel membaik di bandingkan dengan tahun 2020 lalu.

Darma Budhy, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel mengatakan, Saat ini, karena pengerjaannya belum tuntas akibat lambatnya pencairan dana PT SMI dan kondisi cuaca, setidaknya kemantapan jalan bisa lebih tinggi dari 90,02 persen.

“Kita tunggu sampai bulan Februari, mudah-mudahan beberapa kegiatan jalan sudah selesai di bulan itu dan bisa naik dibandingkan 2020 walaupun hanya nol koma,” ujarnya, Minggu (09/01/2022).

Lebih lanjut, ia menyebutkan, alternatif jalan diberikan pemerintah lewat tol agar dapat mempersingkat waktu dan jarak tempuh masyarakat atau kendaraan logistik.

“Pemilihan jalan alternatif jika dibandingkan melalui jalan yang sudah ada, sebenarnya masih menguntungkan lewat tol meskipun dalam kondisi rusak,” bebernya.

Ia menilai, kerusakan jalan tol yang melintasi Sumsel tidak terlalu signifikan.

“Perbaikannya saat ini sudah per segmen, bukan lagi per lubang. Tapi tidak bisa sekaligus, harus bertahap,” katanya.

Sebelumnya, ia bersama Gubernur Sumsel ketika kunjungan kerja memggunakan helikopter, sudah mendokumentasikan lewat video dan foto kondisi jalan tol di Sumsel.

“Sekitar sebulan lalu, langsung kita kirimkan ke Pak Menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) yang langsung memerintahkan Waskita. Dijelaskan juga kerusakan tol berapa persennya. Nah, saat ini sudah dilakukan perbaikan dan sudah lebih baik dari sebelumnya,” bebernya.

Selain itu, beberapa kendaraan alat berat juga sudah standby di beberapa ruas tol.

“Malam pun mereka tetap kerja, setidaknya sudah banyak perbaikan jika dibandingkan sebelumnya,” ungkap Budhy.

Ia menyebut, perbaikan tidak lagi per lubang, sudah per segmen. Menurutnya, perbaikan per segmen ini juga dilakukan pengangkatan jalan meski hanya ada keretakan sedikit.

“Dibuka semua meski retak, diangkat juga. Pekerjaan ini jelas memakan waktu, tapi kondisinya nanti akan lebih baik,” tambahnya.

Ia menjelaskan, khusus di jalan provinsi yang ada di bawah kewenangannya, jika ada kecelakaan dalam UU jalan dalam salah satu pasal masyarakat bisa menggugat. Hanya saja, gugatan yang dilayangkan bukan untuk bertanggung jawab, melainkan untuk meningkatkan kondisi kenyamanan jalan.

“Dalam pasal lain, apabila ada kerusakan jalan, kewajiban kami, misal di jalan provinsi untuk membuat rambu-rambu atau peringatan spanduk agar tidak terjadi kecelakaan. Contoh Jembatan Darurat Air Aman yang ambruk, karena maksimum hanya 2-3 ton, tapi yang melintas 8 ton. Kalau seperti itu bukan salah kami, apalagi itu darurat dan tonase dibatasi,” katanya.

Dalam kasus lain, ia mengungkapkan, dalam kondisi gelap dan hujan terjadi kecelakaan motor.

“Ketika diperiksa motor tak pakai lampu dan kecelakaan. Mestinya, tidak serta merta juga salahkan kamiĀ  harus lihat konteksnya, bisa jadi kewaspadaan kurang atau kelalaian sendiri. Jadi, kewajiban kami hanya membuat rambu peringatan agar masyarakat selalu berhati-hati selain melakukan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.

Sama halnya di jalan tol, ada anjuran batasan kecepatan. Menurutnya, anjuran kecepatan itu sudah melalui uji karena melihat kondisi dan struktur jalan.

“Jika lebih dari 80 Km/jam misalnya, berarti bukan salah kami lagi. Sebab, penentuan kecepatan jalan sudah ada MKJI (manual kapasitas jalan Indonesia), ada aturannya semua. Misal saat tikungan harus berapa kecepatannya, dengan konstruksi jalan yang ada harus berapa, maka munculah angka kecepatan maksimal yang diperbolehkan. Kalau 80 Km perjam ya harus 80 Km perjam, itu pun ketika ada di kondisj jalan mulus, kalau ada lubang bisa lompat ban kendaraan. Tapi kan kenyataannya tidak sesuai anjuran juga, banyak yang 120 Km perjam, tidak ikuti anjuran,” tukasnya.(Ibl)

Terbaru

Satgas Kodim Pegunungan Bintang Yonif PR 431/SSP Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Distrik Oksibil

Sumselmerdeka.com-Palembang, Satgas Kodim Pegunungan Bintang Yonif PR 431/SSP Gotong Royong bersama masyarakat Oksibil, memperbaiki Jembatan Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang yang...
- Advertisement -

Kemenkumham Sumsel Dalami Kasus Kaburnya Narapidana Kabupaten Lahat

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan terus dalami kasus pelarian satu narapidana, kasus tersebut yakni narapidana warga Kelurahan Kota Jaya Kabupaten...

Polda Sumsel Amankan 15Kg Narkoba Jenis Ganja dan Dua Tersangka

Sumselmerdeka.com-Palembang, CK (21) dan BSP (27) di amankan Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan di kawasan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terkait kedapatan...

MY Tegaskan Sumsel Tidak Ada Kecurangan Dalam Seleksi CPNS

Sumselmerdeka.com-Palembang, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menjelaskan Sumatera Selatan tidak ada kecurangan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini dikatakan Wagub Mawardi ketika...

Related news

Satgas Kodim Pegunungan Bintang Yonif PR 431/SSP Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Distrik Oksibil

Sumselmerdeka.com-Palembang, Satgas Kodim Pegunungan Bintang Yonif PR 431/SSP Gotong Royong bersama masyarakat Oksibil, memperbaiki Jembatan Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang yang...

Kemenkumham Sumsel Dalami Kasus Kaburnya Narapidana Kabupaten Lahat

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan terus dalami kasus pelarian satu narapidana, kasus tersebut yakni narapidana warga Kelurahan Kota Jaya Kabupaten...

Polda Sumsel Amankan 15Kg Narkoba Jenis Ganja dan Dua Tersangka

Sumselmerdeka.com-Palembang, CK (21) dan BSP (27) di amankan Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan di kawasan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terkait kedapatan...

MY Tegaskan Sumsel Tidak Ada Kecurangan Dalam Seleksi CPNS

Sumselmerdeka.com-Palembang, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menjelaskan Sumatera Selatan tidak ada kecurangan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini dikatakan Wagub Mawardi ketika...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here