Sabtu, 18 September, 2021

Pemprov Sumsel akan mengantisipasi Karuthla sedini Mungkin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Pemerintah provinsi Sumsel ingin mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Banyuasin, OKI, Muba, OI dan Muara Enim akan menjadi pusat perhatian yang sering terjadi di musim kemarau ini.

“Semua daerah menjadi perhatian. Tapi ada lima kabupaten/kota yang spesifik menjadi perhatian khusus dengan tingkat Karhutla tinggi, di Banyuasin, OKI, Muba, OI dan Muara Enim,” Kata Pj Sekda Sumsel, SA Supriono usai rapat koordinasi Karhutla 2022, Kamis (02/09/2021).

Sebelumnya, OKU Timur dan Lahat juga sempat menjadi perhatian, namun pada tahun ini sudah tidak ada hotspot.

“Untuk tahun depan kita berusaha rekrut kerjasama dengan seluruh masyarakat, termasuk korporasi. Semoga kita tidak lagi berurusan dengan kabut asap dan penanggulangan yang tidak terkendali,” ungkapnya.

Ia juga berharap, lahan yang tidak terpakai agar diproduktifkan.

“Karena hanya dengan memproduktifkan lahan, penanggulangan Kathurla bisa ditangani. Kecuali yang ada di luar jangkauan masyarakat, karena tanpa sepengetahuan mereka lahan itu terbakar,” ungkapnya.

Dalam mengantisipasi Karhutla 2022 mendatang, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi, pemetaan lahan yang kerap terjadi Karhutla untuk diantisipasi dan melakukan pendekatan persuasif dengan para stakeholder di lapangan.

“Tak kalah penting adalah penegakan hukum, jika sengaja membakar ada sanksi hukum dan pencabutan izin,” cetusnya.

Ia pun berharap, kondisi alam terus bersahabat seperti yang terjadi tahun ini, dimana kondisinya lebih baik dari tahun lalu.

“Kita berharap udara terus lembab dengan sirkulasi udara seperti saat ini, namun tetap kita melihat data prakiraan BMKG untuk tetap waspada,” jelasnya.

Lanjutnya, hingga saat ini belum ada dugaan perusahaan yang membakar lahan untuk membuka lahan. Hal itu karena adanya resiko pencabutan izin dan sanksi berat.

“Kalau dari perusahan itu kemungkinan kecil, karena mereka sudah tahu apa akibatanya jika ketahuan melakukan pembakaran lahan tersebut,”Terangnya.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here