Minggu, 19 September, 2021

Pembukaan Rakor YPLP PGRI Sumsel di Asrama Haji

Sumselmerdeka.com-Palembang, Gelombang Pandemi Covid-19 membuat sekolah swasta di Sumsel khususnya PGRI nyaris tak kebagian siswa. Pihak Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Perwakilan PGRI Sumsel Hasanudin SPd MSi menyatakan sedikitnya ada 40 persen penurunan.

Penurunan tersebut diakui sangat berdampak signifikan kepada keberlangsungan sekolah-sekolah PGRI di Sumatera Selatan.

“Selain dampak Pandemi, kita ingin Pak Gubernur membatasi penerimaan siswa bagi sekolah negeri,” ujar Hasanudin disela-sela menghadiri Rakor YPLP PGRI Sumsel di Aula Asrama Haji Palembang, Jumat (18/6/2021).

Ia menilai banyak isu yang berkembang bahwa sekolah negeri semena-mena menambah kuota siswa sehingga ini sangat berpengaruh kepada penerimaan sekolah swasta.

“Bahkan yang berkembang, ada penambahan kelas di masing-masing sekolah,” sesalnya.

Hasanudin menegaskan bahwa setidaknya ada 114 sekolah PGRI yang ada di Sumsel dari jenjang SD hingga SMA. Jumlah tersebut menurutnya belum memadai dengan sarana dan prasarana yang ada.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here