Kapolda Sumsel Anggkat Suara Tentang Dana Hibah Nyatanya Hoax
Sumselmerdeka.com-Palembang, Kapolda Sumsel,Irjen Pol Eko Indra Heri angkat suara tentang keluarga Akidi Tio yang akan menyumbang dana hibah sebesar 2 T Hanya Omong Kosong.
Kapolda tidak menyangka dalam perjanjian yang akan menyerahkan bantuan dana hibah itu kepada dirinya hanyalah omong kosong,
“Saya kan niat baik. Ada orang mau menyumbang untuk Sumsel melalui saya, maka saya salurkan,” Kata Kapolda Irjen Pol Indra Heri Melalui Pesan Suara. Senin (02/08/2021).
Eko juga mengatakan, jika dirinya kecewa akibat frank yang dilakukan oleh tersangka Heriyanti. Saat kondisi sulit akibat COVID-19, ia mengira memang ada orang-orang baik yang akan menyalurkan bantuan.
“Saya tidak mengharapkan apa-apa. Saya hanya berpikir positif saja,” ungkap dia.
Diketahui pada saat ini tersangka (Heriyanti) sedang di proses secara hukum untuk perlakuan yang sedang ia buat dan sedang diproses oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.
“Tim sedang bekerja saat ini untuk memproses kasus ini,” ujar Kapolda.
Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Sumsel, Ratno Kuncoro memastikan, Heriyanti menjadi tersangka. Heriyanti dikenakan pasal 15 dan 16 UU nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman 10 tahun penjara karena sudah menghina negara.
“Tersangka akan dihukum 10 tahun penjara atas perbuatannya. Ini sudah kedua kali dilakukan oleh tersangka,” tutup dia.