Sabtu, 18 September, 2021

Gubernur Sumsel Minta Polri Proses Secara Tegas, Terkait Dana Hoax Rp.2T

Sumselmerdeka.com-Palembang, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, mengadakan Konferensi Pers mengenai bantuan hibah yang di berikan Keluarga Alm Akidi Tio kepada Kapolda Sumsel untuk bantuan penanganan covid-19 ternyata hoax.

Bukan hanya masyarakat sumsel yang sudah digegerkan dengan Bantuan Dana Hibah ini sebesar 2 Triliun, namun sudah seluruh masyarakat Indonesia sempat digegerkan dengan bantuan tersebut.

Dana yang selama ini dikabarkan akan ditransfer melalui rekening pribadi Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, sampai saat ini belum jelas kepastiannya. Hingga akhirnya Senin (02/08/2021), Heriyanti selaku anak dari Akidi Tio dibawa oleh pihak Kepolisian Polda Sumsel untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, Dalam koferensi pers Deru meminta kepada pihak Kepolisian Polda Sumsel untuk menyelidiki kasus ini, dan sebisa mungkin untuk memberikan tindakan tegas kepada tersangka, yang telah melakukan penipuan mengenai dana hibah Rp2 Triliun kepada masyarakat Sumsel.

“Saya sebagai pemimpin daerah sumsel minta kepada polisi menindak tegas siapapun yang membuat kegaduhan polemik, sehingga,  suasana saat kita menangani pandemi Covid-19 menjadi terusik. Gara-gara oknum tersebut,”Kata Herman Deru saat Konferensi Pers di Kantor Gubernur. Senin (02/08/2021)

Deru juga berharap, tersangka harus di proses dengan tindakan yang serius karena sudah menipu banyak orang.

“Seakan akan memberikan bantuan dengan nilai fantastis kepada kapolda kita, kami yang diundang menjadi saksi saat itu berharap kepada polri agar ini di proses hukum dengan tindakan aturan berlaku, harapan ini setegas mungkin,”Harap Deru.

Deru menegaskan dengan adanya hal ini, jelas sangat merugikan khususnya untuk masyarakat Sumsel. Dikarenakan banyak masyarakat telah merasa senang dengan adanya kabar dana hibah tersebut. Terlebih disebutkan bantuan tersebut nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak covid 19 dan PPKM.

“Tentu ini sangat merugikan dan meresahkan sekali, ditengah keadaan ini masih ada saja yang ingin membuat kabar bohong seperti itu,” bebernya.

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here