Sabtu, 18 September, 2021

Meningkatkan Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Lady Pricelly Rais Departement Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia

Sumselmerdeka.com-Palembang, Era pendidikan 4.0 merupakan era modernisasi dengan adanya sistem digitalisasi hampir dalam segala aspek. Derasnya arus informasi dan teknologi di era pendidikan 4.0 ini berdampak pada semakin terbatasnya waktu yang dimiliki para siswa untuk membaca (Nisma & Wahyu, 2019).

Dengan kemajuan teknologi tersebut, pendidikan di era 4.0 menjadi tantangan tersendiri terutama bagi pihak sekolah dalam membentengi siswanya dari dampak negatif teknologi tersebut.

Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan menuntut setiap siswa memiliki kemampuan baca dan tulis yang lebih, dengan tujuan agar siswa memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk dapat bersaing dan mengikuti perkembangan zaman (Rohim & Rahmawati, 2020).


Terdapat beberapa masalah terkait dengan minat baca yang ada terutama di salah satu SDN di Kota Palembang yaitu

1) Siswa membaca tapi belum bisa menangkap makna dari apa yang dibacanya,

2) Siswa belum lancar dalam membaca,

3) Siswa tidak dapat membaca dengan menggunakan intonasi, dan

4) Siswa tidak mengetahui tanda baca saat membaca.

Dengan adanya masalah-masalah tersebut, selaku mahasiswa KKN yang sedang bertugas di salah satu SDN di Kota Palembang ini, Saya mencoba untuk meningkatkan minat baca terutama bagi siswa kelas lima melalui program literasi.

Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sadli dan Saadati (2019), yang menyatakan bahwa implikasi pengembangan budaya literasi dapat meningkatkan kegemaran, ketertarikan, dan minat membaca pada siswa. Program literasi ini dilakukan melalui aplikasi zoom meeting sebanyak empat kali bersama siswa-siswa kelas lima berserta wali kelasnya.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut Saya mencoba metode tadarus buku untuk literasi. Adapun tekniknya yaitu

1) Menetapkan buku bacaaan yang akan dijadikan sumber bacaan pada pertemuan,

2) Menetapkan salah satu siswa yang akan membaca untuk urutan pertama, dan

3) Melakukan rolling sehingga semua siswa yang ada dalam zoom meeting tersebut mendapatkan kesempatan membaca.

Tidak hanya itu, setelah selesai pertemuan, sebagai program lanjutan Saya memberikan tugas meringkas hasil bacaan tersebut. Hasil yang didapatkan dari tugas-tugas tersebut yaitu hanya sebagian kecil siswa yang mengerti inti dari cerita yang telah dibaca tersebut.

Oleh karena itu, demi meningkatkan minat baca anak perlu dukungan dari orang-orang disekitarnya terutama guru dan orang tua.


Untuk itu, beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa menurut Elendiana (2020), sebagai berikut:


1) Orang tua dan guru dapat memberikan motivasi kepada siswa
2) Guru dapat mempromosikan gerakan gemar membaca di lingkungan sekolah
3) Guru dan orang tua dapat memberikan penghargaan untuk anak yang gemar membaca
4) Guru dan orang tua dapat mengemas buku dengan menarik
5) Guru dapat membiasakan siswa membaca buku sebelum pembelajaran berlangsung
6) Guru dan orang tua dapat memilih bacaan yang disukai siswa namun tetap mendidik

Mungkin dengan adanya tips-tips ini guru dan orang tua dapat mencoba salah satunya dalam upaya mendukung siswa dan anak-anaknya dalam meningkatkan minat belajar mereka.

Referensi:
Elendiana, M. (2020). Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(1), 54–60. https://doi.org/10.31004/jpdk.v1i2.572
Nisma, Arum Wulanjani., & Wahyu, Candradewi Anggraeni. (2019).

Meningkatkan Minat Membaca melalui Gerakan Literasi Membaca bagi Siswa Sekolah Dasar. Proceeding of Biology Education, 3(1), 26–31. https://doi.org/10.21009/pbe.3-1.4
Rohim, D. C., & Rahmawati, S. (2020).

Peran Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 6(3). https://journal.unesa.ac.id/index.php/PD/article/view/10412/4379
Saadati, B. A., & Sadli, M. (2019).

Analisis Pengembangan Budaya Literasi Dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa Di Sekolah Dasar. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 6(2), 151–164. https://doi.org/10.24042/terampil.v6i2.4829

Terbaru

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...
- Advertisement -

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Related news

Meminta Uang Paksa 10 ribu, Nopriadi Diringkus Polisi

Sumselmerdeka.com-Palembang, Nopriadi (35) di ringkus aparat kepolisian akibat memeras uang kepada pengendara mobil yang sedang parkir. Nopriadi alias Nopen diciduk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes...

Lesty: BPJS Hanya Menanggung Pasien Covid-19 Maksimal 18 Juta Itu HOAX

Sumselmerdeka.com-Palembang, Masyarakat Gempar di karenakan Ada informasi bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 mulai 1 Oktober 2021. Informasi yang beredar...

Bioskop Sudah Mulai Beroperasi, Syarat Masuk Membawa Sertifikat Vaksin

Sumselmerdeka.com-Palembang, Sejumlah bioskop Palembang Sudah mulai beroperasi kembali namun harus membawa Sertifikat Vaksinasi sebagai bukti sudah divaksinasi. Aturan mengenai kebolehan dibukanya bioskop ini disebutkan dalam...

Tanggapan Kadis PPPA Prov.Sumsel Terkait Kasus Pencabulan 26 Santri Pondok Pesantren

Sumselmerdeka.com-Palembang, Kasus pelecehan kepada anak anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here